Intizam, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam <div class="page"> <p>Intizam, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam is publishing scientific papers and the results of lecturer research in the field of Islamic education management and Islamic Education. ISSN : <span style="font-size: small;"><a href="http://u.lipi.go.id/1533964415" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: helvetica;"><span style="font-family: helvetica;">2622-6162</span></span></a></span> (Online) and <span style="font-size: small;"><a href="http://u.lipi.go.id/1510031201" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: helvetica;"><span style="font-family: helvetica;">2598-8514</span></span></a></span> (Print)</p> <p>The journal aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills. Scientific manuscript dealing with contemporary management educational topics are particularly welcome to be submitted. The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries in education in any fields including: 1. Administration Management 2. Accounting Education Management 3. Marketing Education Management 4. Education Development 5. Education and Curriculum 6. Philosophies of education 7. Educational approaches, etc.</p> </div> en-US baridnizar1@gmail.com (Niken Ristianah) nikenristianah1@gmail.com (Niken Ristianah) Mon, 15 Apr 2019 00:00:00 +0700 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hakikat Kepemimpinan Transformasional http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/137 <p>The era of globalization marked by the rapid progress in the field of information and technology, can enable major changes in various aspects of human life, all of political, economic, social, cultural, and others. Likewise, changes in organizations both in organizations engaged in social and commercial fields. This condition requires leaders to have adaptive leadership behaviors and can anticipate these changes. Transformational leadership with a variety of indicators that are owned, is seen as capable of carrying out a transforming visionary in the face of various changes, so that the organization can realize its vision into reality.</p> Bambang Wiyono ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/137 Wed, 15 May 2019 21:06:26 +0700 Persinggungan Kepemimpinan Transformational Dengan Kepemimpinan Visioner Dan Situasional http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/133 <p>The success or failure of an organization to achieve its intended goals is very dependent on the ability of its leaders to establish a climate of cooperation easily and can mobilize existing resources so that they can use them and can run effectively and efficiently. Thus the life of an organization is largely determined by the role of a leader. This study focuses on knowing and describing the basic concepts of leadership, transformational leadership, visionary leadership, situational leadership concepts, and then analyzing the intersection of transformational leadership with visonary and situational leadership. This study uses a type of library research with a qualitative approach, namely research that does not carry out numerical data calculations (quantitative). In this library research, the method of data collection is a method of documentation, which is in the form of books, notes, transcripts, newspapers, magazines, journals, and so on. For the data analysis process, the technique chosen is a descriptive analysis analysis technique using a series of logical thinking systems that can be used to construct a number of concepts into propositions, hypotheses, postulates, axioms, assumptions, or constructs into theories. The results of this study are that transformational leadership, visionary, and situational basically have similarity, namely prioritizing the completion of work and mutual success of subordinates, leadership is accepted by all subordinates and there is a clear division of labor between individuals. The teamwork and success of the team is the main target. Transformational, Visionary, and situational leadership in carrying out their leadership are very innovative, creative and active in carrying out and solving problems faced. On the other hand, Transformational, Visionary, and situational leadership is strongly influenced by the personal abilities of leaders and subordinates of the leader, in the sense that success is strongly influenced by the existence of togetherness in a team. Basically, transformational leadership, with visionary and situational leadership is a leadership model that has three weaknesses and strengths. In carrying out leadership, one can run all three, and / or one of them to achieve goals. However, everything is greatly influenced by the individual abilities of the leader.</p> Toha Ma'sum ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/133 Mon, 15 Apr 2019 00:00:00 +0700 Urgensi Telaah Sejarah Peradaban Islam Memasuki Era Revolusi Industri 4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/132 <p>Kejayaan sebuah negeri, kota atau daerah bisa diketahui melalui peradabannya. Dalam kurun waktu sejarah peradaban kehidupan manusia di dunia akan terus berkembang dan berkembang. Faktor utama berkembangnya sebuah peradaban adalah pada manusianya, sebagai makhluk sang Pencipta. Akal manusia-lah yang membedakannya dengan makhluk Tuhan lainnya (binatang, tumbuhan dan lain-lain). Akan tetapi, sebuah peradaban yang tidak disertai dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa akan menjadikan pembuat peradaban di sebuah Negera musnah.</p> <p>Sejarah sebagai kisah adalah hasil rekonstruksi para sejarawan yang memiliki perberbedaan penafsiran meskipun dalam bahasan masalah yang sama. Sejarah peradaban Islam berkaitan dengan pengetahuan mengenai proses permulaan hingga perkembangan atau kemajuan sebuah negara-kota melalui agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sampai pada tujuan masa berakhirnya suatu peristiwa. Peristiwa yang dimaksud disini adalah akhir zaman, karena setiap peradaban itu memiliki masa akhir sehingga sangat erat kaitannya pentingnya menelaah sejarah peradaban Islam memasuki era Revolusi Industri 4.0.</p> <p>Selanjutya, revolusi Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada era revolusi industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik,&nbsp;<em>internet of things (IoT)</em>, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk&nbsp;pendidikan, <a href="https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertian-ekonomi.html">ekonomi</a>, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri yang tentunya sangat berpengaruh pada peradaban manusia di era tersebut. Singkatnya, Revolusi Industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.</p> Rakhil Fajrin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/132 Mon, 15 Apr 2019 00:00:00 +0700 Manajemen Bakat Dan Penilaian Kinerja pegawai http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/135 <p>Sumber daya manusia merupan factor penting di dalam sebuah organisasi. &nbsp;Karena dianggap sangat penting peran dari sumber daya manusia yang ada dalam suatu organisasi. Hal ini sangat perlu mengembangkan potensi yang ada pada setiap masing-masing individu pegawai. Ketika manajemen bakat telah terlaksana dengan baik, yang demikian itu tidak lepas dari sebuah kegiatan penilaian kinerja pegawai. Karena bakat di sini dapat dianalogikan dengan kinerja yang dilakukan oleh pegawai selama melaksanakan tugas-tugas yang diembannya.</p> <p>Hal inilah yang menjadi latar belakang untuk mengulas secara detail tentang manajemen bakat dan penilaian kinerja pegawai. Bagaimana keterkaitan antara manajemen bakat dengan penilaian kinerja,&nbsp; ruang lingkup sistem penialain kinerja pegawai, elemen pokok sistem penialaian pegawai, dan implikasi penilaian kinerja pegawai.</p> <p>Manajemen bakat dan penilaian kinerja terdapat hubungan timbal balik, di mana ketika penilaian kinerja pegawai telah didapatkan hasilnya maka langkah selanjutnya ialah pemantapan pada manajemen bakat. Kompetensi yang ada dalam diri masing-masing pegawai akan dikelola, dikembangkan, dan pada akhirnya terjadi penilaian kinerja pada tahap akhir periode.Dalam melakukan penilaian pihak yang berhak melakukan penilaian ialah atasan langsung, penilaian oleh diri sendiri, penilaian oleh rekan sejawat atau anggota tim, penilaian ke atas atau penilaian terbalik, penilaian pelanggan, pemantauan komputer. Hal yang dinilai adalah tingkah laku para pegawai saat bekerja dan kepribadian yang ada pada masing-masing pegawai. Lebih luas lagi yang dinilai adalah jenis jabatan yang dinilai, tujuan penilaian, objek penilaian yang mencakup prestasi kerja dan watak pribadi karyawan. Kapan penilaian dilakukan ialah ada dua sistem dan metode yakni anniversary model dan focal point system.</p> Muhammad Munir ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/135 Mon, 15 Apr 2019 00:00:00 +0700 Perkembangan Madrasah Formal Di Indonesia http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/136 <p>Pendidikan terbagi menjadi pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan informal (yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan) telah dirasakan oleh setiap orang sejak usia dini, serta dilakukan setiap hari. Pendidikan informal ini menjadi sangat penting karena di sinilah anak akan belajar untuk pertama kalinya bagaimana mengembangkan sikap-sikap positif. Untuk mendukung pendidikan informal tersebut, diperlukan pendidikan formal dan nonformal. Hal ini dikarenakan pendidikan dari keluarga saja tidak cukup. Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.&nbsp;</p> <p>Madrasah formal di Indonesia muncul sebagai bentuk modifikasi terhadap pesantren tradisional yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja. Munculnya sistem sekolah modern ala pemerintah Belanda membuat kaum cendekiawan muslim mendirikan madrasah formal yang terbuka bagi warga pribumi khususnya muslim. Terbitnya SKB 3 Menteri tahun 1975 telah memberikan kesetaraan madrasah dengan sekolah umum sehingga madrasah mampu meningkatkan kualitasnya.</p> <p>Munculnya madrasah-madrasah unggul di Indonesia telah memberi pembuktian bahwa madrasah tidak kalah jika dibandingkan dengan sekolah umum. Untuk mencapai tujuan menjadi madrasah unggul, diperlukan manajemen yang matang, dukungan berbagai pihak, serta sarana prasarana yang mendukung.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Muhammad Yusuf ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/136 Mon, 15 Apr 2019 00:00:00 +0700 Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kinerja Guru http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/134 <p>Keberhasilan sekolah sangat tergantung dengan sarana dan prasarana yang ada. Dengan penerapan manajemen sarana dan prasarana yang maksimal akan berdampak pada peningkatan kinerja guru dan akan menghasilkan mutu pendidikan yang lebih bagus sehingga menambah kepuasan masyarakat akan out put yang dihasilkan.</p> <p>Manajemen sarana dan prasarana adalah pengelolaan kegiatan dari perencanaan, penggorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan serta proses pengadaan dan pendayagunaan komponen-komponen yang secara langsung maupun tidak langsung&nbsp; menunjang proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.</p> <p>Kompetensi guru merupakan deskripsi apa yang dapat dilakukan seseorang dalam bekerja, serta apa wujud dari pekerjaan tersebut yang dapat terlihat. Untuk dapat melakukan suatu pekerjaan, seseorang harus memiliki kemampuan dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaanya. Seorang baru disebut memiliki kompetensi jika ia dapat melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan baik, begitu juga seorang guru, ia bisa dikatakan memiliki kompetensi mengajar jika guru yang bersangkutan mampu mengajar dengan baik bagi siswa yang diajarinya&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Asichul In'am ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.staida-krempyang.ac.id/index.php/intizam/article/view/134 Mon, 15 Apr 2019 00:00:00 +0700