Jurnal ilmiah PIKIR edisi Vol. 4 No. 1 (Januari 2018) sudah sampai di tangan pembaca. Pada edisi ini, jurnal ilmiah PIKIR memuat lima artikel terpilih. Pertama adalah artikel berjudul Al-Sinkili dan Mir’at al-Thullāb Sebagai Kitab Yurispuridensi Islam Pertama Karya Ulama Nusantara karya Rijal Mumazziq Z. Dosen dan rektor IAI Al-Falah Assunniyyah Kencong Jember ini mengkaji sistematika pembahasan dari kitab fiqh pertama kali dengan aksara Jawa-Pegon, berjudul Mir’at al-Thullāb. Kitab ini menjadi penanda kuat tumbuhnya kultur akademis literatif di Aceh, juga sebagai rujukan utama peradilan Islam pada masanya. Kitab Mir’at al-Thullāb ini bercorak fiqh Syāfi’iyah dengan merujuk kepada karya-karya klasik ulama Syāfi’iyah, sehingga secara tidak langsung, al-Sinkili menjelaskan hubungan dan koneksi intelektualnya dengan jaringan ulama internasional. Kedua adalah artikel Ahmad Saifuddin dan Dewi Ainun Ni’mah. Tulisan dosen dan mahasiswi STAI Darussalam Krempyang Nganjuk ini berjudul Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan div MI Salafil Huda Banjaranyar Tanjunganom Nganjuk. Artikel ini mendekripsikan bahwa gaya kepemimpinan demokratis kepala madrasah di MI Salafil Huda telah berjalan dengan baik dalam perencanaan program, pelaksanaan maupun evaluasi serta penyelesaian problematika atau kendala-kendala yang di madrasah. Kinerja tenaga kependidikan di MI Salafil Huda juga sudah tergolong baik, terbukti telah melaksanakan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Peran gaya kepemim- pinan demokratis kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan di MI Salafil Huda juga sudah efektif. Hal ini dibuktikan dengan langkah nyata dengan program peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan. Ketiga adalah artikel karya Muhammad Munir berjudul Urgensi Hubungan Timbal Balik dan Kerja Sama Antar Lingkungan dalam Lembaga Pendidikan Islam. Dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk ini mengkaji tiga bentuk lembaga pendidikan Islam, yaitu pesantren, madrasah dan sekolah Islam. Dari ketiga lembaga tersebut, diperlukan hubungan timbal balik dan kerja sama untuk menanamkan dan tanggapan yang baik dari masyarakat umumnya. Keempat adalah artikel dari Abdul Basit Misbachul Fitri, dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk. Tulisan berjudul Tinjaun Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Pengambilalihan Tanah Wakaf oleh Ahli Waris di Desa Bendet Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang ini mengkaji status tanah sengketa yang berawal dari niat wāqif dalam mengembangkan MI Islamiyyah. Tanah tersebut, dalam perkembangannya, justru ditempati putra kandung wāqif. Diskursus antara hukum Islam yang sudah menyatakan tanah tersebut berstatus wakaf, dengan hukum positif Indonesia yang disimpulkan tanah tersebut belum memenuhi unsur wakaf, secara menarik diulas penulis pada artikel ini. Pengambilalihan tanah wakaf yang dilakukan oleh ahli waris ini disimpulkan sebagai tindakan yang tidak dibenarkan menurut hukum Islam, termasuk dampak sosial yang bertolak belakang dengan perjuangan wāqif dalam mengajarkan Islam kepada masyarakat Desa Bendet.Kelima adalah artikel berjudul Perkawinan Antar Agama di Indonesia Perspektif Kajian Sosial Legal. Karya Siti Maryam Qurotul Aini, dosen STAI Darussalam Krempyang Nganjuk, ini mendeskripsikan bahwa meskipun UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan tidak mengatur larangan nikah beda agama, namun KHI telah menyebutkan tentang ketidakbolehan melakukan perkawinan beda agama. Meskipun pernikahan beda agama mampu memperoleh legalitas hukum dalam ranah hukum formal kenegaraan, namun perkawinan antar agama membawa dampak sosial dan psikologis bagi keberlangsungan rumah tangga dan pembentukan generasi penerus

Published: 2018-10-09